Kamis, 15 November 2012

Mengenal dan Menggunakan Domain Dot Id (.id)

Mengenal dan Menggunakan Domain Dot Id (.id)Pernah mendengar beberapa nama domain seperti www.google.co.id, www.yahoo.co.id, www.binus.ac.id? Nama domain yang diakhiri dengan dot id (.id) merupakan identitas Indonesia di dunia maya yang bertujuan sebagai identitas untuk website yang berasal dari atau ditujukan unuk Indonesia (untuk mengetahui identitas domain berbagai negara dapat mengunjungi link ini www.swebee.com. Tetapi, memang masih lebih banyak website yang menggunakan domain dot com (.com), karena nama .com sudah lebih umum dikenal dan bercitra international. Selain itu, untuk mendapatkan domain .id lebih rumit dibanding saat kita mendaftar .com.
Bagikan di: Kumpulan.info - Tetapi sebenarnya penggunaan .id berarti kita bisa menghemat devisa karena devisa yang digunakan untuk membayar domain .com atau domain lainnya akan beralih ke pengelola dalam negeri. Jadi, bila kita ingin membantu menghemat devisa, kita bisa coba berpikir untuk memiliki domain .id.
Berikut langkah-langkah proses pendaftaran .id:
  1. Kunjungi website Register.net.id dan isi form pendaftaran
  2. Setelah mengisi secara lengkap, kita akan dikirimkan email konfirmasi untuk melakukan aktivasi account. Bila masih belum mendapatkan email konfirmasi, coba lakukan langkah berikut:
    • Cek "Bulk Mail" atau 'Spam", karena ada kemungkinan email tersesat ke folder tersebut
    • Jika masih tidak ada, kunjungi lagi www.register.net.id dan klik menu "Resend Activation"
    • Jika masih belum ada, hubungi helpdesk@pandi.org
  3. Bila account sudah diaktifkan, maka selanjutnya kita mendaftarkan nama domain .id baru dengan masuk ke account domain kita dan klik tombol "Domain Management". Jika nama domain yang diinginkan masih tersedia, klik tombol "Register" yang selanjutnya kita akan diminta untuk mengisi form pendaftaran nama domain.
  4. Selanjutnya, kita harus menyertakan dokumen-dokumen pendukung yang diperlukan.
    • Klik menu "Document Management" dan submenu "Create Document"
    • Isi dokumen yang akan kita kirimkan sesuai persyaratan
    • Untuk mengirimkan dokumen, dapat kita lakukan dengan menscan dokumen dan mengupload lewat menu "Document management | Upload Document"
  5. Tunggu hasil konfirmasi apakah permintaan pendaftaran domain kita disetujui atau tidak yang akan dikirimkan lewat email. Konfirmasi ini bisa memakan waktu beberapa minggu, jadi terpaksa kita harus bersabar. Bila ternyata ditolak, ulangi langkah ke 3 untuk pendaftaran nama domain baru.
  6. Bila nama domain disetujui, maka selanjutnya adalah melakukan pembayaran melalui transfer
    • Transfer ke rekening a.n. Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) di Bank Central Asia cabang Sudirman, no rekening 0353095665 atau Bank mandiri cabang Jakarta Wisma Indosement, no rekening 122.0004848.647
    • Kirim email ke pembayaran@register.net.id dengan melampirkan bukti transfer pada email.
    • Pembayaran harus dilakukan paling lambat 14 hari kerja sejak email persetujuan dikirim.
    • Aktivasi nama domain baru adalah 7 hari kerja sejak pembayaran diterima oleh PANDI.

Arti akhiran domain (agar dapat membantu kita dalam pemilihan nama domain dalam langkah ke 3):
  • .co.id : Singkatan dari Company, digunakan untuk badan usaha yang sah.
  • .ac.id : Singkatan dari Academic, digunakan untuk sekolah tinggi mulai dari akademi.
  • .go.id : Singkatan dari Government, digunakan untuk lembaga pemerintahan.
  • .mil.id : Digunakan khusus di kalangan militer.
  • .net.id : Digunakan untuk penyelenggara jasa internet dan penyedia akses lainnya.
  • .sch.id : Digunakan khusus untuk sekolah
  • .or.id : Digunakan untuk organisasi yang tidak termasuk kategori yang ada.
  • .web.id : Tidak ada pengkhususan untuk domain ini, dapat digunakan oleh pengguna individual.

Makna Sebuah Pekerjaan

Makna Sebuah Pekerjaan

Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.
”Om beli bunga Om.”
”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.
”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.
Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”
Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya,si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya. ”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.”
Bercampur antara jengkel dan kasihan sipemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya. “Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil.
Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana. Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung.
”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?”
Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab,
”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”
Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.
Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangkan.

Melepas Amarah, Meraih Keikhlasan

Melepas Amarah, Meraih Keikhlasan

Terus memendam amarah sama seperti menggenggam bara panas untuk dilontarkan kepada seseorang, Andalah yang akan terbakar.” -Sidharta Gautama

Dalam hidup memang wajar kalau ada peristiwa-peristiwa yang membuat kita marah dan kecewa. Tapi cepat kendalikan emosi Anda kembali. Jangan biarkan rasa amarah, dendam, iri, kesal atau kecewa kepada pasangan, teman, rekan kerja, atau atasan di kantor bercokol lama di hati kita.
Kekesalan, amarah dan kekecewaan hanya akan mengaktifkan hukum tarik menarik, membuat Anda menerima apa yang Anda berikan.
Bila kesal pada pasangan atau ada kawan yang mengingkari janji, lalu Anda menyalahkan mereka atas kekacauan semua itu, maka Anda akan mendapatkan kembali keadaan yang dipersalahkan itu.
Kembalinya keadaan itu tidak harus selalu dari orang yang Anda salahkan, tetapi sejatinya Anda akan mendapatkan kembali keadaan yang Anda salahkan itu.
Ikhlaskanlah, maafkanlah. Hati akan terasa lebih lega dan ringan dalam menjalani hidup, lebih fokus terhadap tujuan hidup tanpa terbebani penyakit-penyakit hati yang hanya akan menghabiskan energi positif.
“Jika saya mengikhlaskan diri saya, saya menjadi yang saya inginkan. Jika saya mengikhlaskan yang saya punya, saya akan menerima apa yang saya butuhkan” -  Tao Te Ching
Semoga Tuhan mengaruniai sabar yang tak terbatas dan ikhlas yang tak bertepi untuk kita semua, sehingga apapun rintangan dan cobaan yang dilalui akan terasa lebih ringan :)